Nggak terasa... rasanya baru kemaren Bunda kesakitan di rumah sakit, tau tau udah sebulan aja.
Afiif udah tambah pinter, tendangan kakinya dah kuat, bahkan dah bisa muter ditempat tidur, terus.. sudah mulai 'komunikasi' dengan cara 'nangis' dan 'teriak'. Afiif udah belajar kalau dia 'teriak' >>> "huaaaaaaa" atau 'nangis' >>> "oeeeeeekkkkk" (walopun nangisnya ini ga ada air matanya sih...) maka orang tuanya akan cepet cepet dateng menghampiri. Makanya sekarang Bunda harus nungu beberapa 'detik' sebelum nyamperin Afiif, nunggu sampe Afiif diem, supaya Afiif nggak 'menyalahgunakan' teriakan atau tangisannya.
Hahhh... tapi tetep aja sih, Bunda kadang nggak tega.. Bahkan naruh Afiif di bouncer dan ngeliat Afiif main sendiri seperti sekarang ini Bunda juga nggak tegaaaa.... udah dulu ah nulisnya, mau main sama Afiif dulu..
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Setelah Afiif bobo'
Hmh...
Topik hari ini sebenernya 'best mom ever' ... kenapa? karena...
Sebulan ini bener bener masa penyesuaian buat saya. Mulai dari jam tidur yang berkurang, sampai rutinitas mengganti dan mencuci popok yang kotor...
Kayaknya di dunia ini nggak ada mom yang nggak best deh.. (kecuali klo emang ada yang kelainan yang sampe tega menyakiti anaknya sendiri). Belum lagi kalau inget rasa sakitnya melahirkan seorang anak... fiuhhh...
Jadi ibu itu full time job, susah buat di sambi. Ada sih ibu ibu yang bisa membagi waktu untuk kemudian tetap berkarir, tapi saya belum bisa... (apa saya yang malas??)
Waktu Afiif tidur seperti ini rasanya adalah waktu istirahat. Makanya saya pakai buat menulis di depan komputer, sambil leyeh leyeh.. pekerjaan rumah yang lain?? rasanya ga ada tenaga... (berlebihan nggak sih??!)
Jadi inget mama saya,
mama saya dulu juga pekerjaannya adalah mengurus anak dan rumah tangga. Mama nggak berkarir, walaupun ada tawaran untuk itu, mama menolak. Fokusnya adalah untuk mengasuh dan membesarkan anak anaknya. Mama pun sukses mengasuh anak sambil mengurus pekerjaan rumah, walaupun jarak antara anak satu dengan yang lain berdekatan. Saya dengan adik saya hanya beda 1 tahun! Betapa repotnya...
hmh.. betapa merasa berdosa kalau selama ini membantah kata katanya...
Mungkin masa ini akan lewat, suatu saat saya harus bisa menyesuaikan diri dengan jadwal Afiif, harus punya tenaga ekstra untuk kemudian mengerjakan pekerjaan rumah lain seperti bersih bersih dan masak !
Jadi ibu itu full time job, susah buat di sambi. Ada sih ibu ibu yang bisa membagi waktu untuk kemudian tetap berkarir, tapi saya belum bisa... (apa saya yang malas??)
Waktu Afiif tidur seperti ini rasanya adalah waktu istirahat. Makanya saya pakai buat menulis di depan komputer, sambil leyeh leyeh.. pekerjaan rumah yang lain?? rasanya ga ada tenaga... (berlebihan nggak sih??!)
Jadi inget mama saya,
mama saya dulu juga pekerjaannya adalah mengurus anak dan rumah tangga. Mama nggak berkarir, walaupun ada tawaran untuk itu, mama menolak. Fokusnya adalah untuk mengasuh dan membesarkan anak anaknya. Mama pun sukses mengasuh anak sambil mengurus pekerjaan rumah, walaupun jarak antara anak satu dengan yang lain berdekatan. Saya dengan adik saya hanya beda 1 tahun! Betapa repotnya...
hmh.. betapa merasa berdosa kalau selama ini membantah kata katanya...
Mungkin masa ini akan lewat, suatu saat saya harus bisa menyesuaikan diri dengan jadwal Afiif, harus punya tenaga ekstra untuk kemudian mengerjakan pekerjaan rumah lain seperti bersih bersih dan masak !




0 comments:
Post a Comment