10.15 p.m
Afiif baru aja bobok lagi setelah berulang kali bobok dan bangun lagi..
Bunda-nya malah jadi susah tidur.. banyak pikiran.. atau lebih tepatnya, yang gak perlu dipikirin malah dipikirin..
Apa bener kali ya, perempuan itu tetep aja 'beda' dari laki laki???
Dulu.. dulu banget waktu belum nikah, masih single dan punya semangat yang bertubi-tubi (penggunaan kata yang nggak tepat nih), saya sempet mikir bahwa walaupun nanti saya sudah nikah dan punya anak tidak akan menyurutkan semangat saya dan tidak akan menghalangi saya untuk menjadi perempuan yang 'mandiri'. Mandiri disini saya artikan sebagai, berkarir, punya pekerjaan dan gaji sendiri tentunya. Tapi ternyata setelah dijalani, saya harus bertoleransi dengan berbagai hal. Pedalaman Sumatera tempat suami saya bekerja ini tidak menjanjikan lahan pekerjaan yang bagus untuk saya, sementara untuk hidup terpisah juga bukan pilihan yang saya sukai.. saya pun tidak memilih untuk hidup berjauhan.. Saat itu saya dan suami berfikir, oke untuk sementara seperti ini, sambil berusaha cari peluang lain, browsing internet, cari kesempatan yang lebih global, yang mungkin bisa membawa kami keluar dari pedalaman ini sama sama.
Lalu saya hamil, dan kemudian melahirkan seorang anak yang lucu, pikiran pun kembali berubah,
angan angan untuk mempunyai waktu untuk kembali eksis di dunia research sepertinya harus dilupakan dulu, secara, kesibukan alamiah yang dibawa seorang anak tidak bisa dengan seenaknya saya abaikan. Bagaimana bisa saya abaikan, kalau tangisan si kecil bisa membuat saya ikut menangis.
Beberapa pengalaman teman sesama perempuan,
mereka baru bisa aktif lagi untuk 'aktualisasi diri' setelah anak mereka berumur sekitar 5 tahun... ada sih yang baru setahun sudah kembali eksis, dengan cara anaknya diasuh babysitter atau dititip ke nenek, tapi pilihan ini terus terang bukan pilihan yang bagus bagi saya (wajah imut Afiif terlalu berharga kalau harus saya tinggalkan). Tapi..hmm 5 tahun apa nggak terlalu terlambat untuk saya?? Setiap hari kan muncul banyak fresh graduate cemerlang yang siap bersaing di dunia per-karir-an
Saat ini saya merasa sedang dalam persimpangan pilihan,
bahkan ..
saya tidak tahu apa yang saya inginkan
10.45 p.m
Afiif bangun lagi..
Afiif baru aja bobok lagi setelah berulang kali bobok dan bangun lagi..
Bunda-nya malah jadi susah tidur.. banyak pikiran.. atau lebih tepatnya, yang gak perlu dipikirin malah dipikirin..
Apa bener kali ya, perempuan itu tetep aja 'beda' dari laki laki???
Dulu.. dulu banget waktu belum nikah, masih single dan punya semangat yang bertubi-tubi (penggunaan kata yang nggak tepat nih), saya sempet mikir bahwa walaupun nanti saya sudah nikah dan punya anak tidak akan menyurutkan semangat saya dan tidak akan menghalangi saya untuk menjadi perempuan yang 'mandiri'. Mandiri disini saya artikan sebagai, berkarir, punya pekerjaan dan gaji sendiri tentunya. Tapi ternyata setelah dijalani, saya harus bertoleransi dengan berbagai hal. Pedalaman Sumatera tempat suami saya bekerja ini tidak menjanjikan lahan pekerjaan yang bagus untuk saya, sementara untuk hidup terpisah juga bukan pilihan yang saya sukai.. saya pun tidak memilih untuk hidup berjauhan.. Saat itu saya dan suami berfikir, oke untuk sementara seperti ini, sambil berusaha cari peluang lain, browsing internet, cari kesempatan yang lebih global, yang mungkin bisa membawa kami keluar dari pedalaman ini sama sama.
Lalu saya hamil, dan kemudian melahirkan seorang anak yang lucu, pikiran pun kembali berubah,
angan angan untuk mempunyai waktu untuk kembali eksis di dunia research sepertinya harus dilupakan dulu, secara, kesibukan alamiah yang dibawa seorang anak tidak bisa dengan seenaknya saya abaikan. Bagaimana bisa saya abaikan, kalau tangisan si kecil bisa membuat saya ikut menangis.
Beberapa pengalaman teman sesama perempuan,
mereka baru bisa aktif lagi untuk 'aktualisasi diri' setelah anak mereka berumur sekitar 5 tahun... ada sih yang baru setahun sudah kembali eksis, dengan cara anaknya diasuh babysitter atau dititip ke nenek, tapi pilihan ini terus terang bukan pilihan yang bagus bagi saya (wajah imut Afiif terlalu berharga kalau harus saya tinggalkan). Tapi..hmm 5 tahun apa nggak terlalu terlambat untuk saya?? Setiap hari kan muncul banyak fresh graduate cemerlang yang siap bersaing di dunia per-karir-an
Saat ini saya merasa sedang dalam persimpangan pilihan,
bahkan ..
saya tidak tahu apa yang saya inginkan
10.45 p.m
Afiif bangun lagi..



0 comments:
Post a Comment