Saturday, October 11, 2008

Jamu dan Bayi kuning??

Jamu...

Bunda Afiif bingung,
Kemaren itu, waktu Afiif di rawat untuk fototerapi, dokter SpA Afiif sempet nanya apa Bunda minum jamu jamuan. Menurutnya, jamu jamuan berpengaruh ke ASI bunda dan bisa jadi merupakan penyebab 'kuning'-nya Afiif.
Bunda udah cari di jurnal jurnal ataupun web mengenai pengaruh Jamu ke ASI; dan yang bunda temukan hanyalah forum diskusi mengenai pengaruh jamu ke bayi. Bunda akhirnya memutuskan untuk posting topik mengenai Jamu dan bayi kuning di milist IICD, hasilnya, sama denga yang di web; nggak pasti.

Intinya,
Jamu itu emang obat tradisional, efeknya secara farmakologis memang belum banyak diteliti. Berdasarkan pengalaman-pun efek jamu berbeda-beda pada tiap orang, belum lagi dosisnya (takarannya) yang nggak pasti (tergantung sama tangan yang meracik). Memang sih, sudah banyak jamu yang di pabrikasi secara modern, bentuknya juga di modifikasi sehingga mempermudah yang akan meminum (misal bentuk pil, kaplet atau kapsul), cuma ini pula yang dimanfaatkan oleh 'tangan kotor' yang mau meraup keuntungan dengan merugikan orang lain; Jamu palsu! Jamu jamu entah di campur pake apa sehingga tidak jarang memberikan efek yang justru 'mengerikan' bagi yang mengkonsumsinya.

Berkaitan dengan jamu habis bersalin, bunda hanya bisa bilang "hati-hati" seperti jawaban yang bunda dapat di forum diskusi. Karena memang apapun yang dimakan oleh Ibu, akan bisa masuk juga ke bayi melalui ASI. Mungkin sang ibu sebagai orang dewasa yang fungsi organ tubuhnya sudah matang tidak akan mendapat masalah, tetapi bayi yang fungsi organ tubuhnya belum matang, bisa jadi mendapat masalah serius..

Kesimpulannya...
Hubungan antara jamu dengan sakit kuning pada bayi adalah belum pasti. Bisa jadi ada hubungan bisa juga tidak. Belum ada bukti penelitian secara ilmiah mengenai hal ini.

Sekali lagi... hati hati yaaa...

Yap..
itu dulu share dari bunda Afiif untuk hari ini...

0 comments: